Rudy Ramli Kirimkan Surat Terbuka Bangkok Bank

By
19 Mar 2020

Jakarta, Rudy Ramli mengirimkan surat pemberitahuan kepada Direktur Utama Bangkok Bank, perihal upaya hukum yang sedang diajukan dalam kasus pengambil-alihan PT Bank Bali, yang telah dimerger dengan 4 bank lain menjadi PT Bank Permata Tbk. Di mana PT Bank Bali diketahui tidak dilikuidasi, bahkan dijadikan lead merger bank tersebut, ditandai entitas BNLI masih dipakai sebagai kode bank publik PT Bank Permata Tbk di Pasar Modal.

Bangkok Bank diketahui berniat mengambil alih mayoritas saham PT Bank Permata milik SCB dan Astra yang dibeli dari BPPN pada tahun 2004.  Dan dalam proposal yang diajukan Bangkok Bank, pengambil alihan saham itu ditargetkan akan rampung pada 3 Mei 2020.

Dalam surat tertanggal 17 Maret 2020, yang dikirimkan langsung ke kantor cabang Bangkok Bank yang ada di Jl Thamrin, Jakarta dan ditembuskan ke Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Bank Permata Tbk, Rudy Ramli melalui Manager Humasnya Ali Muhammad menegaskan, bahwa diri nya telah menunjuk Kantor Pengacara Ihza dan Ihza untuk menangani proses hukum tersebut.

Sebagai bahan informasi kepada PT Bangkok Bank, Rudy juga menyertai kliping dan link beriita-berita terkait upaya hukum yang sedang dilakukannya.

Guna mengetahui lebih jauh pernyataan Sikap Rudy Ramli terkait rencana pembelian saham PT Bank Permata Tbk oleh Bangkok Bank, kami mewawancari Rudy di kantornya. Berikut petikannya:

Bagaimana tanggapan Anda atas rencana Bangkok Bank mengambil alih Bank Permata Tbk?

Silahkan saja. Namun saya pun akan tetap melakukan proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Dan jika saya menang transaksi itu bisa diindikasikan cacat hukum.

 

Sudah sejauh mana proses hukum yang dijalani saat ini?

Hingga kini menurut pengacara kami masih on the track. Kalau ingin lebih jelas silahkan hubungi Kantor Pengacara Ihza & Ihza.

 

Menurut Anda, Kenapa SCB dan Astra mau melepas Bank Permata? 

Saya tidak tahu. Mungkin pemilik aslinya butuh uang

 

Maksud Anda?

Karena dalam annual report SCB, ada kata-kata we have no capital commitment in group  investing in Bank Permata. Ini mengindikasikan SCB bukan the ultimate share holder.

 

Jadi menurut Anda, SCB bukan the ultimate share holder?

Untuk menjawab itu, silahkan tanyakan langsung ke SCB. (Pak Rudy Tersenyum).

Karena, jika ada pernyataan seperti itu,sewajarnya ada dokumen pendukung.

 

Apakah pak Rudy pernah memberitahu Bangkok Bank sebagai calon pembeli Bank Permata?

Saya menyampaikan informasi ke Bangkok Bank melalui surat terbuka yang saya kirimkan dua hari lalu. Untuk lebih jelasnya, silahkan tanyakan saja ke Bangkok Bank.

 

(MA)