Rudy Ramli : Apalagi yang Tak Diambil dari Saya

Reference click here
04 Mar 2020

http://https://majalah.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/113269/rudy-ramli-apa-lagi-yang-tak-diambil-dari-saya

RUDY RAMLI : APALAGI YANG TAK DIAMBIL DARI SAYA *)

 

RUDY Ramli mbalelo. Dia bukanlah Rudy yang dulu, yang suka ngeper jika ditekan. Rudy hari ini adalah Rudy yang tak lagi punya “taruhan”. “Saya cuma menginginkan kebanaran. Itu saja,” katanya tenang.

Rudy, anak lelaki keluarga Djaya Ramli, pendiri Bank Bali, memang tak tampak seperti, pengusaha yang sedang “merayu” birokrat untuk meminta fasilitas khusus. Ia ingin Bank Bali dikembalikan ke tangannya utuh seperti dulu. Dan itu dilakukannya bukan dengan merengek, tapi melalui proses hukum di pengadilan. “Saya merasa lebih berani sekarang,” katanya.

Perubahan sikap Rudy ini tampak ketika ia memutuskan proses tawar-menawar dengan BI dan BPPN. Alasannya, ia tak mau ditekan. Ia tak mau mencabut gugatan. “Masa saya disuruh mengakui apa uyang mereka lakukan itu benar. “Sinting apa” katanya.

Rudy yang mengaku hidupnya sudah lebih tenang, kadang-kadang terlihat sulit mengendalikan luapan emosi. “Mereka, para pejabat BI dan BPPN, telah merusak hidup saya,” ujarnya pelan. Berikut ini wawancara Leanika Tanjung dari TEMPO mengenai carut-marut di seputar Bank Bali di kediamannya, sebuah apartemen di Jalan Sudirman, Jakarta

Bagaimana perkembangan terakhir masalah Bank Bali?

Pemerintah seperti ingin menunjukkan persoalan ada pada saya. Padahal sayalah yang minta kepastian apakah Bank Bali jadi direkap atau tidak. Kalau sudah ada kepastian, baru saya bereskan kendala hukumnya.

 

Bukan kendala hukum dulu dibereskan, baru bisa direkapitalisasi?

Eh, untuk apa saya bereskan kalau belum pasti direkap? Mengapa saya mesti susah-susah? Kalau mereka tak memberikan kepastian, tak akan saya lakukan. Nanti mereka mempermainkan saya lagi. Mereka bilang, Rudy beresin kendala hukumnya, terus tidak direkap juga. Ngapain?

Kepastian seperti apa yang Anda minta?

Pokoknya kepastian. Bisa saja sehari sebelum direkap baru saya setuju. Bisa saja dalam bentuk surat asal sah.

Katanya, Anda ditekan BI dan BPPN?

Mereka memang tidak bilang mencabut gugatan, tapi, “Rudy you bikin pernyataan bahwa apa yang telah BI lakukan itu benar. “Lo saya sudah gugat you karena tak benar, sekarang saya mesti bikin pernyataan sebaliknya. Dikira saya sinting atau gila. Nanti saya dituduh melecehkan pengadilan. Permintaan mereka justeru tidak ada yang masuk akal.

Apa contoh permintaan lainnya?

Mereka meminta saya tak menuntut apapun yang telah mereka lakukan. Hak saya dong menuntut. Contohnya, interbank sengaja tak dibayar sehingga terpaksa saya teken dengan EGP sampai saya ditendang keluar dari Bank Bali. Saya masuk penjara. Saya mau tuntut itu.

Kalau mereka benar dari awal, kerugiaan saya tak seperti ini. Bank Bali saya hilang, saya masuk penjara, Saya mau tuntut besar-besaran itu. Saya juga akan menuntut karena saya banyak difitnah. Banyak pernyataan pejabat BI dan BPPN yang membuat Bank Bali makin rusak. Itu kesengajaan.

Kalau ada kompromi, kasihan karyawan Bank Bali dong...

Pejabat BI memang bilang, dari hari ke hari dana yang dibutuhkan Bank Bali makn besar. Tapi saya bilang. “Kenapa bicara ke saya? Saya bukan direktur utamanya, buykan pengurusnya, bukan tim pengelolanya. “Sebagai pengelola, BPPN mestinya punya tanggung jawab kepada pemegang saham.

Mungkinkah ada investor yang mau masuk Bank Bali?

Tak ada investor yang mau masuk ke Indonesia saat ini. Selama yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan, enggak bakalan ada investor...

Jadi, Anda tetap tak mau kompromi?

Tak mungkin. Saya sudah kehilangan banyak. Apa lagi yang tak diambil dari saya? Saya mau mencari kebenaran lewat pengadilan, titik.

Katanya, Anda rela dikalahkan di tingkat banding asalkan Bank Bali bisa  

Maksud saya bukan begitu. Justeru mereka yang harus mencabut bandingnya dan melaksanakan keputusan pengadilan. Setelah itu Bank Bali di-BTO-kan lagi. Itu bisa dilakukan. Gugatan saya sudah diputus, tak bisa dicabut lagi. Sudah menang kok ngaku kalah lagi

Bagaimana bila Anda menang terus, tapi Bank Bali malah ditutup?

Saya akan menuntut agar Bank Bali dikembalikan ke dalam kondisi seperti sebelum diambil oper pemerintah.

*Disalin dari Majalah Tempo dengan  link : https://majalah.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/113269/rudy-ramli-apa-lagi-yang-tak-diambil-dari-saya