Rudy Ramli Serius Menggugat Kasus Pengambilalihan Bank Bali

Reference click here
29 Oct 2019

BANDUNG, suaramerdeka.com - Mantan Dirut Bank Bali, Rudy Ramli menegaskan keseriusannya menggugat secara hukum kasus pengambilalihan bank yang dipimpinnya karena adanya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya.

Motivasi Rudy Ramli melakukan langkah tersebut atas kasus yang terjadi pada 20 tahun lalu itu semata-mata demi mencari keadilan. Dia pun menggandeng Yusril Ihza Mahendra guna keperluan tersebut.

"Tunggu waktunya. Bukti dan dokumen pendukungnya sudah banyak, dan karena ini 20 tahun yang lalu, kita periksa satu-satu lagi, dan titik terangnya sudah ada," katanya di sela-sela "Temu Kangen Karyawan, Nasabah, Mitra Bank Bali" di Bandung, Jumat (25/10) malam.

Dijelaskan Rudy, dari beberapa dokumen yang bisa dijadikan alat bukti, hasil konsultasi dengan penasehat hukumnya itu, menunjukan dugaan terjadinya cacat hukum dalam proses pengambilalihan Bank Bali sehingga bisa diajukan dalam materi gugatan. Karena itu, dia berani melayangkan gugatan.

Salah satu bukti yang turut diajukan adalah kemenangan gugatan Rudi atas BI dan BPPN di PTUN sekitar Tahun 2000, bahwa Bank Bali tak perlu dinyatakan sebagai BTO (bank take over). Dalam kaitan itu, karyawan Bank Bali kemudian menggulirkan mosi tak percaya atas proses yang berlangsung. MTP pada saat itu ditujukan ke sejumlah lembaga seperti BI, BPPN, pemerintah, DPR, Bapepam, hingga Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

Mereka menengarai adanya skenario jahat dalam pengambilalihan Bank Bali yang berada dalam kondisi sehat namun terpaksa harus mengikuti program rekapitulasi perbankan. "Bagi saya aneh, kerjasama seperti konspirasi ini, makanya saya lawan," tandasnya.

Kejanggalan itu di antaranya terindikasi dari sejak mulai proses rekap hingga Bank Bali dinyatakan BTO. Prosesnya menunjukan ketidakwajaran termasuk hak due dilligence yang ternyata ditengarai sudah melakukan tindakan layaknya proses akuisis alias pengambilalihan Bank Bali.

Penunjukkan Yusril sebagai pengacara, jelas Rudy Ramli di hadapan keluarga Bank Bali di Bandung ditempuh semata-mata guna menuntut keadilan. Karena Rudy merasa dalam proses pengambilalihan PT Bank Bali, dirinya merasa sangat dirugikan. Terlebih proses tersebut penuh indikasi kejanggalan dan kecurangan.

Proses pengambilalihan Bank Bali pada saat itu melibatkan Standard Chartered Bank dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bank Bali sendiri merger dengan Bank Permata. Dalam gugatannya, Rudy pun ingin kembali menguasai banknya. "Saya ingin dapatkan kembali Bank Bali," jelasnya.