• VIDEO SLIDE GUGAATAN

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, menjelaskan di akhir 1997, Bank Bali dan beberapa bank sehat lainnya, diminta Bank Indonesia (BI) agar menghidupkan lagi pinjaman money market, yang waktu itu mandek karena krisis. 

    Rudy menjelaskan, “BI sampai mohon-mohon atas nama negara, demi menyelamatkan negara,” tuturnya sebagaimana dilansir CeknRicek.com.

    Awalnya Bank Bali menolak, karena harus melindungi uang nasabahnya. 

    Bank Bali akhirnya luluh, setelah BI menyatakan akan menjamin dana pinjaman money market yang gagal bayar.

    Bank Bali lalu mengucurkan dana pinjaman money market pada saat itu, padahal perjanjian bailout  belum ditanda tangani. 

    “Ini dilakukan, semata-mata karena percaya pada BI, dan kondisi nasional yang memang krisis,” tambah Rudy lagi.

    Sayangnya, langkah Bank Bali tersebut berbuah pahit. Bank Bali kesulitan menagih piutang money market yang disalurkan kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Bank Umum Nasional (BUN), dan Bank Tiara.

    Dampaknya, Bank Bali mengalami masalah likuiditas hingga berujung menjadi Bank Take Over (BTO) dibawah kendali Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)

    Kini, Bank Bali telah bersalin nama menjadi Bank Permata, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh Standard Chartered Bank (SCB) dan Astra International.

    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #BankPermata
    #MoneyMarket

  • RAGU SCB THE ULTIMATE SHAREHOLDER BANK PERMATA

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, mengaku menemukan kejanggalan pada Laporan Tahunan (annual report) Standard Chartered Bank (SCB) 2006, dan beberapa tahun berikutnya.

    Pada laporan tahunan itu terdapat kejanggalan dalam transaksi pengambil-alihan Bank Permata.

    Ada kalimat “no capital commitment” tertuang pada annual report SCB tersebut.

    Apa yang dimaksud dengan no capital commitment itu ?

    Berdasarkan peraturan transparansi yang berlaku di Indonesia, Rudy berpendapat, siapapun yang ingin membeli bank di Indonesia harus jelas,  dan menandatangani deklarasi yang menyatakan dirinya adalah “the ultimate shareholder dari institusi yang akan dibelinya”.

    “Dengan ditemukannya dokumen itu, kami keluarga besar eks Bank Bali, sangat meragukan bahwa SCB telah menandatangani deklarasi yang menyatakan dirinya adalah ultimate shareholder dari Bank Permata,” ucap Rudy, sebagaimana dilansir CekNRicek.com

    Kalau pun ternyata dokumen deklarasi ultimate shareholder itu ada atas nama SCB, Rudy berpendapat, SCB patut dicurigai telah melakukan kebohongan publik dengan mengaku sebagai ultimate shareholder.

    #BankBaliReborn #BankPermata #StandardCharteredBank #Shareholders #capital #commitment #capitalcommitment

  • BANK BALI BANK SEHAT DISAKITKAN

    Insan perbankan nasional dan regional Asia Tenggara, tengah menanti hasil akhir akuisisi Bank Permata oleh Bangkok Bank.

    Eksistensi Bank Permata di jagad perbankan nasionalsional tak bisa dilepaskan dari Bank Bali.

    Sesungguhnya, Bank Permata merupakan persalinan nama Bank Bali setelah dimerger dengan 4 bank lainnya.

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, sempat bercerita kronologi pengambil-alihan Bank Bali oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

    Pada akhir 1997, menurut Rudy, Bank Bali dan beberapa bank sehat lainnya seperti Bank Panin terus-menerus diminta BI agar menghidupkan lagi pinjaman money market yang waktu itu mandek karena krisis

    “BI sampai mohon-mohon atas nama negara, demi menyelamatkan negara,” tuturnya.

    Awalnya Bank Bali menolak, karena harus melindungi uang nasabahnya.

    Bank Bali akhirnya luluh setelah BI menyatakan akan menjamin dana pinjaman money market yang gagal bayar.

    Bank Bali lalu mengucurkan dana pinjaman money market pada saat itu, padahal perjanjian bailout  belum ditandatangani

    “Ini dilakukan, semata-mata karena percaya pada BI, dan kondisi nasional yang memang krisis,” tambah Rudy lagi.

    Namun, pada bulan Januari 1998, saat perjanjian itu ditandatangani, ada satu pasal yang menyatakan bahwa pinjaman tersebut diakui hanya jika sebelumnya telah dilaporkan terlebih dulu oleh peminjam

    “Ini pasal (yang) sangat aneh, dan cenderung kebalik. Karena normalnya, si pemberi pinjamanlah yang melaporkan. Hal ini menambah kerepotan bagi tim Bank Bali, namun dengan usaha keras kami berhasil mengatasinya,” ujarnya.

     Pada waktu penagihan berlangsung, lanjut Rudy lagi, terus dipersulit dengan alasan yang mengada-ada, hingga dianggap penagihan yang dilakukan Bank Bali sudah lewat batas waktu.

    “Peristiwa tagihan yang macet ini mengundang banyak calo yang merasa mampu menagihkan utang, mulai dari Bos Bank Pikko, sampai PT EGP yang kita semua tahu,” jelasnya.

    Rudy Ramli, kepada CenNRicek.com menyatakan, “Bank Bali adalah bank sehat yang dibuat sakit,”

    #BankBaliReborn #RudyRamli #Bank #Bali #Permata #BankPermata

  • Rudy Dipaksa Tandatangani Kertas Kosong

    Proses pengambil-alihan Bank Bali dari kuasa Rudy Ramli ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) penuh kejanggalan.

    Setelah mengambil alih, BPPN kemudian menunjuk Standard Chartered Bank (SCB) untuk melakukan due diligence hingga menguasai dan mengelola Bank Bali.

    Salah satunya kejanggalan dalam pengambil-alihan itu adalah tekanan kepada Rudy Ramli, untuk menandatangani perjanjian serah terima hanya di lembar terakhir.

    Rudy Ramli dipaksa untuk menyetujui perjanjian tersebut, tanpa tahu pasal dan isi surat tersebut.

    Dalam penuturan kepada teropongsenayan.com Rudy berkata, “Apakah kalian tahu bahwa pada tgl 22 April 1999, saya, Rudy Ramli, dipaksa untuk tanda tangan di atas Kertas Putih (kertas kosong) tanpa ada isi/klausa perjanjian dengan Eksekutif SCB,"

    #BankBaliReborn
    #rudyramli
    #rudyramli.com
    #SCB

  • Yusril Siap Tangani Secara Profesional

    Rudy Ramli, masih bersemangat menuntut pengembalian Bank Bali kepada dirinya.

    Bahkan, semenjak September 2019, ia telah menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai konsultan hukum.

    Yusril menyatakan,

    "Saya siap dengan kemampuan dan profesionalitas saya, membantu Rudy menuntut haknya yang merasa dizalimi,"

    Sumber : economy.okezone.com

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #YusrilIhzaMahendra

  • PASKAH JUMAT AGUNG

  • KPK Dapat Buktikan, Bank Bali Bisa Kembali ke Rudy

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, sempat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Juni 2019. Rudy meminta KPK menyelidiki kerugian negara dalam proses rekapitulasi Bank Bali, yang kemudian dimerger dengan 4 bank lainnya, dan bersalin nama menjadi Bank Permata. Kemampuan KPK dalam membuktikan kerugian negara ini, menurut Ichsanuddin Noorsy, dapat mengembalikan Bank Bali kepada Rudy Ramli

    "Jika KPK bisa buktikan adanya kejahatan dalam pengambilalihan itu dan benar merugikan negara, maka potensi Rudy untuk mengambil kembali Bank Bali besar" Ichsanuddin Noorsy

    Sumber : rmol.id

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com

  • MENGUAK PEMILIK BANK PERMATA

     

     

    Bank Permata adalah perubahan nama Bank Bali pasca merger dengan 4 bank lainnya. Bank Bali didirikan oleh Djaja Ramli, dan kemudian diwariskan kepada sang putra, Rudy Ramli.

    Rudy Ramli mencurigai Standard Chartered Bank (SCB) bukanlah pemilik asli Bank Permata. Pemilik Bank Bali ini, bahkan menyewa penyelidik swasta untuk menyelidiki status kepemilikan SCB atas Bank Permata. Hasil penyelidikan detektif swasta itu menunjukkan SCB memiliki dokumen perjanjian dengan pihak ketiga.

    SCB dalam proses pembelian Bank Permata melibatkan pihak-pihak tertentu, kebanyakan berada di negara-negara suaka pajak. Upaya diketahui buat menyulitkan atau mengaburkan jejak si pemilik saham.

    Bank Permata adalah perubahan nama Bank Bali pasca merger dengan 4 bank lainnya.

    Bank Bali didirikan oleh Djaja Ramli, dan kemudian diwariskan kepada sang putra, Rudy Ramli.

    Rudy Ramli mencurigai Standard Chartered Bank (SCB) bukanlah pemilik asli Bank Permata.

    Pemilik Bank Bali ini, bahkan menyewa penyelidik swasta untuk menyelidiki status kepemilikan SCB atas Bank Permata.

    Hasil penyelidikan detektif swasta itu menunjukkan SCB memiliki dokumen perjanjian dengan pihak ketiga.

    SCB dalam proses pembelian Bank Permata melibatkan pihak-pihak tertentu, kebanyakan berada di negara-negara suaka pajak.

    Upaya diketahui buat menyulitkan atau mengaburkan jejak si pemilik saham.

    Sumber : m.medcom.id


    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata

    Sumber : m.medcom.id


    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata

  • Rudy Kembali Bankit Kendalikan Bisnis

    Rudy Ramli terpuruk semenjak kehilangan Bank Bali. Putra Djaja Ramli ini harus menerima kenyataan, bank milik keluarganya itu diambil-alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di 1999.

    Namun, pada 2017, Rudy mulai bangkit, menatap bisnis dengan menggelola dua perusahaan. Ia kembali berbisnis melalui PT Sarana Pembangunan Syariah,  yang berdiri pada Desember 2018.

    Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknologi finansial untuk pembayaran.  Saat ini, Rudy juga merupakan salah satu pemegang saham PT Daya Network Lestari, pengelola jaringan ATM Alto.  Ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur Alto Halodigital International (AHDI) yang merupakan anak usaha Alto yang bergerak sebagai penunjang sistem pembayaran dalam negeri atau pun cross border.

    Ia berharap kegiatan bisnis yang dijalani saat ini mampu membuatnya bangkit dari keterpurukan. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Kompas.com, Rudy berujar, 

    "Saya harap saya punya otak masih bisa jalan"

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com

    Rudy Ramli terpuruk semenjak kehilangan Bank Bali.

    Putra Djaja Ramli ini harus menerima kenyataan, bank milik keluarganya itu diambil-alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di 1999.

    Di 2017, Rudy mulai bangkit. Ia kembali menata hidup.

    Rudy kembali berbisnis dengan menggelola dua perusahaan.

    Ia kembali berbisnis melalui PT Sarana Pembangunan Syariah,  yang berdiri pada Desember 2018.

    Perusahaan tersebut bergerak di bidang teknologi finansial untuk pembayaran.

    Saat ini, Rudy juga merupakan salah satu pemegang saham PT Daya Network Lestari, pengelola jaringan ATM Alto.

    Ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur Alto Halodigital International (AHDI) yang merupakan anak usaha Alto yang bergerak sebagai penunjang sistem pembayaran dalam negeri atau pun cross border.

    Ia berharap kegiatan bisnis yang dijalani saat ini mampu membuatnya bangkit dari keterpurukan.

    Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Kompas.com, Rudy berujar, 

    "Saya harap saya punya otak masih bisa jalan"

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com

     

  • BPPN RUGIKAN NEGARA

    Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) memutuskan mengambil alih Bank Bali, dari Rudy Ramli. Kemudian, Bank Bali dijadikan lead untuk dimerger dengan 4 bank. Setelah merger namanya diganti menjadi Bank Permata.

    Selama berada dalam penguasaan BPPN, Bank Permata mendapatkan kucuran dana rekapitulasi sebesar Rp 11,9 Trilyun. Tapi, BPPN menjual Bank Permata kepada Standard Chartered Bank (SCB) hanya senilai Rp 2,7 Trilyun.  Artinya, pemerintah harus menanggung kerugian negara sebesar Rp 9,2 Trilyun dalam proses rekapitulasi Bank Permata.

    Kerugian negara tersebut, pada akhirnya, dilaporkan oleh Rudy Ramli ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rudy berharap, BPK melakukan audit investigasi terkait dugaan kerugian negara dalam proses rekapitulasi tersebut.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata
    #SCB

  • Negara Raih Rp 37 T, Andai ....

     

     

    Sejatinya Bank Permata hasil merger Bank Bali, tetap dipertahankan  milik Badan Penyehatan  Perbankan Nasional (BPPN) atau Perusahaan Pengelolaan Aset, paska BPPN dibubarkan.

    Sayangnya, BPPN menjual Bank Permata hanya senilai Rp 2,7 Trilyun kepada Standard Chartered Bank (SCB) di tahun 2004 lalu. Kini, SCB lah penikmat hasil maksimal Bank Permata. SCB mengantongi dana segar  Rp 37 Triliun dari penjualan Bank Permata. Padahal modal hanya Rp 2,7 Triliun. 

    Andaikan Bank Permata masih ditangan BPPN, maka negara akan dapat guyuran dana Rp 37 Triliun.  Sungguh beruntung nasib SCB. Sebaliknya, rakyat Indonesia justru menanggung kerugian sebesar Rp 9,2 Trilyun, selama proses rekapitulasi Bank Permata 20 tahun lalu.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata
    #SCB
    #BPPN

  • BENARKAH SCB KUASAI PERMATA

    Bank Permata adalah hasil perubahan nama Bank Bali setelah dimerger dengan 4 bank lainnya.

    Saat ini pemilik saham mayoritas Bank Permata adalah Standard Chartered Bank dan Astra Internasional.

    Kedua perusahaan ini masing-masing menguasai 44,56% saham Bank Permata.

    Namun, pemilik Bank Bali, Rudy Ramli mencium kejanggalan dalam status kepemilikan saham Bank oleh SCB.

    Dalam laporan tahunan SCB tahun 2006 terdapat kalimat, "There are no capital commitments related to the group's investment in Permata"

    Kalimat tersebut berarti, "tidak ada komitmen kapital terkait investasi (SCB) di Bank Permata".

    Terkait ini Rudy Ramli menyatakan,

    "Artinya, SCB beli tanpa modal. Kok tidak ada komitmen ? Yang dipakai modalnya siapa ?"

    Sumber : Kompas.com

    #BankBaliReborn
    #BankPermata
    #rudyramli.com
    #SCB

  • DUKA KARYAWAN BANK TERDAMPAR VIRUS CORONA

    BERITA DUKA

    Turut Berduka Cita atas Wafatnya Kepala Cabang Bank Mandiri Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

    Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

    Hingga saat ini, sudah 2 orang pekerja bank, yang wafat karena Covid-19.

    Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #savepekerjabank
    #pandemiCovid19

  • Bangkit Kembali Meraih BankBali

    Bank Bali tak semata perusahaan. Tapi sebuah warisan dari Djaja Ramli kepada sang putra, Rudy Ramli.

    Di dekade 1990-an, Bank Bali menjadi bank swasta nasional terbesar kedua.

    Namun, Rudy Ramli harus menerima kenyataan, Bank Bali diambil-alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

    Hingga akhirnya dimerger bersama 4 bank lainnya, dan bersalin nama menjadi Bank Permata.

    Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com, Rudy menyatakan keterpurukannya,

    "Saya bisa dibilang lagi on top of the world, kemudian saya mutar ke bawah dunia tidak hanya sekali, sampai tujuh kali. Saya terperosok sampai tujuh kali."

    Kini, Rudy Ramli berupaya bangkit. Termasuk melakukan gugatan hukum atas pengambil-alihan Bank Bali dari tangannya.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata

    #hermanramly

  • SCB Menang Banyak

    Standard Chartered Bank (SCB) menguasai 44,56% saham Bank Permata.

    Mengutip dari KataData.co.id, total dana yang sudah SCB keluarkan untuk mendapatkan porsi saham tersebut adalah Rp 7,8 Trilyun.

    Dalam perjanjian jual beli saham Bank Permata kepada Bangkok Bank, SCB diperkirakan akan  mengantongi Rp 18,5 Trilyun.

    Sehingga dapat diperkirakan SCB mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10,8 Trilyun dalam transaksi ini.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #SCB
    #BankPermata
    #BangkokBank

  • Transaksi Batal demi Hukum, Jika....

    Bangkok Bank telah menandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (CSAP) dengan Astra International dan Standard Chartered Bank (SCB) selaku pemilik saham mayoritas Bank Permata.  CSPA merupakan perjanjian awal penjualan Bank Permata kepada Bangkok Bank senilai Rp 37 Trilyun.

    Sebenarnya Bank Permata adalah pergantian nama Bank Bali setelah dimerger dengan 4 bank lainnya oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Namun perjanjian penjualan Bank Permata terancam batal demi hukum. Jika pengadilan mengabulkan gugatan Rudy Ramli, selaku pemilik Bank Bali.

    Rudy Ramli menunjuk Kantor Pengacara Ihza dan Ihza untuk  mengajukan proses hukum atas pengambil-alihan bank miliknya itu oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) 20 tahun lalu.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata
    #SCB

  • Mengapa SCB Menjual Bank Permata?

    Bank Permata adalah pergantian nama baru  Bank Bali setelah merger dengan jalan mengakuisisi 4 bank lainnya.

    Saat ini, pemilik saham mayoritas Bank Permata Tbk adalah Astra Internasional Tbk dan Standard Chartered Bank (SCB)

    Anehnya, Astra Internasional dan SCB memutuskan untuk menjual saham mayoritas mereka kepada Bangkok Bank.

    Padahal, dari sisi kinerja, Bank Permata mencatat kinerja positif sepanjang 2019, dengan mencatat laba bersih senilai Rp. 1,5 Trilyun.

    Penjualan ini memancing pertanyaan.Saat kinerja korporasi, bank berlogo berlian ini sangat baik, pemilik saham mayoritas justru memilih  untuk menjualnya kepada pihak lain.

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #BankPermata
    #BangkokBank
    #StandardCharteredBank

  • Kode Saham Bank Bali masih Eksis

    Emiten adalah sebutan perusahaan baik BUMN atau swasta yang telah menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Dalam mendaftarkan emiten ke BEI harus disertai kode nama emiten. Biasanya kode emiten, terdiri dari rangkaian 4 huruf kapital dan menandai nama perusahaan sesuai akte pendirian perusahaan. Biasanya dijadikan inisial perusahaan.

    Seperti kode BNLI, yang dijadikan kode emiten oleh PT Bank Bali TBK. Uniknya, Kode BNLI sekarang menjadi nama emiten  PT Bank Permata Tbk

    Hal ini disebabkan, karena Bank Permata Tbk. merupakan bank hasil merger  antara Bank Bali dengan 4 bank lainnya. Dalam proses merger tersebut, Bank Bali tetap hidup (tidak dilikuidasi seperti 4 bank lainnya) dan menjadi leader, karena memiliki pondasi kinerja dan modal yang terbaik dibandingkan 4 bank lainnya.

    Merger itu terjadi setelah Bank Bali beserta 4 bank lainnya, diambil-alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN. Belakangan, Rudy Ramli selaku pemilik Bank Bali, menggugat BPPN, terkait proses pengambil-alihan tersebut.

    #BankBaliReborn
    #BankPermata
    #StandardCharteredBank
    #rudyramli.com

  • HARI RAYA NYEPI 1942

    Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942.

    #BankBaliReborn
    #Nyepi
    #rudyramli.com

  • HP Bisa jadi Penyebaran Virus Cofid 19

    Telepon seluler atau handphone menjadi teknologi vital di zaman ini.

    Termasuk fungsi handphone untuk mengakses layanan perbankan digital.

    Tapi, jangan lupa menjaga kebersihan handphone kita ya.

    Karena, benda ini bisa menjadi media penyebaran infeksi, termasuk Covid-19.

    Tetap semangat dan jaga kesehatan ya.

    Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu.

    #BankBaliReborn
    #Covid19
    #Jagakebersihanhandphone
    #rudyramli.com

  • Virus Corona Jangkiti Karyawan Bank

    Salah satu kelompok berisiko terinfeksi Covid-19 adalah karyawan perbankan.

    Mereka harus tetap bekerja di kantor, demi menjaga operasional dan pelayanan perbankan bagi masyarakat.

    Sebaiknya, karyawan bank yang masih beraktifitas di tengah pandemi Covid-19, mengenali gejala-gejalanya.

    Salam sehat. 🙏🏻

    #BankBaliReborn
    #rudyramli.com
    #Covid19
    #Pandemi

  • Rudy Terus Mencari Keadilan

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, terus mencari kebenaran.

    Putra Djaja Ramli ini, akan melakukan gugatan hukum, atas pengambil-alihan Bank Bali.

    Ia mengatakan, upaya merebut bank miliknya itu, bermula dari piutang pinjaman antar bank (interbank) kepada Bank Umum Nasional (BUN), Bank Tiara, dan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

    Dalam sesi wawancara dengan wartawan Majalah Tempo di tahun 2000, Rudy pernah berucap,

    "Interbank sengaja tak dibayar sehingga terpaksa saya teken dengan EGP sampai saya ditendang keluar dari Bank Bali. Saya masuk penjara. Saya mau tuntut itu."

    Sumber : Majalah Tempo, Edisi 14 Mei 2000

    #RudyRamli
    #BankBali
    #BankPermata
    #Gugatan
    #StandardCharteredBank
    #rudyramli.com

  • Bank Bali Saya Hilang, Saya Masuk Penjara

    Rudy Ramli, pemilik Bank Bali, kembali muncul ke hadapan publik.

    Kehadirannya membawa berita gugatan terkait pengambil-alihan Bank Bali 21 tahun yang lalu.

    Rudy Ramli saat ini, berbeda dengan yang dulu.

    Ia lebih berani dan tegas dalam menuntut haknya. Ketika ada pihak yang memintanya mencabut gugatan, ia berkata,

    "Kalau mereka benar dari awal, kerugiaan saya tak seperti ini. Bank Bali saya hilang, saya masuk penjara, Saya mau tuntut besar-besaran itu. Saya juga akan menuntut karena saya banyak difitnah. Banyak pernyataan pejabat BI dan BPPN yang membuat Bank Bali makin rusak. Itu kesengajaan".

    Kini kita masih menanti, seperti apa kelanjutan gugatan atas pengelolaan Bank Bali.

    Semoga pengadilan bisa membuat terang benderang, siapakah pihak yang berhak mengelola Bank Bali.

    Sumber : Majalah Tempo, Edisi 14 Mei 2000

    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #BankBali
    #BankPermata
    #Gugatan
    #StandardCharteredBank
    #rudyramli.com

  • SCB Cuan Kelola Bank Bal

    Standard Chartered Bank (SCB) memiliki keuntungan dalam mengelola Bank Bali.

    Selain mendapatkan tambahan modal (capital gain) rekap dari pemerintah,  SCB juga berhak mengelola aset kredit nasabah dalam kategori 5 ( macet ).

    Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia no. 31/2/UPPB tertanggal 8 Februari 1999, tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Umum.

    Dalam Pasal 17 butir e, disebutkan bahwa penagihan kredit kategori 5 dan penjualan aset dari kategori 5 yang diserahkan kepada Asset Management Unit (setelah dikurangi biaya-biaya) menjadi hak pemegang saham yang membeli saham biasa yang diterbitkan dalam rangka program rekapitulasi.

    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #StandardCharteredBank
    #KPK 
    #OJK 
    #BankPermata
    #BNLI
    #rudyramli.com

  • Surat Terbuka Rudy Ramli kepada Bangkok Bank

    Rudy Ramli, pemilik  Bank Bali, mengirimkan surat terbuka kepada Dirut Bangkok Bank.

    Hal ini berkaitan, munculnya kabar niatan Bangkok Bank untuk mengambil alih saham mayoritas Bank Permata milik Standard Chartered Bank (SCB) dan Astra Internasional.

    Surat terbuka tersebut,  menginformasikan perihal upaya hukum  Rudy Ramli, terkait proses pengambil-alihan PT Bank Bali.

    Seperti yang telah diketahui, PT Bank Bali dimerger dengan 4 bank lainnya, menjadi PT Bank Permata Tbk.

    Dalam proses merger ini, PT Bank Bali tidak dilikuidasi, bahkan menjadi leader, dalam merger tersebut.

    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #BankPermata
    #BangkokBank
    #rudyramli.com

  • Head of Agreement BPPN, BI, Menkeu dan Bank Bali

    Dalam Investment Agreement ditetapkan, bahwa SCB akan memiliki hak untuk membeli 100% saham BPPN di Bank Bali melalui call option dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Namun dalam kaitan itu tidak disebutkan dengan jelas  berapa harga saham yang ditetapkan dalam pembelian tersebut. 

    Sementara, dana rekapitalisasi yang diperoleh Bank Bali dari pemerintah, selanjutnya dipergunakan untuk membeli obligasi pemerintah. 

    Dan Rudy Ramli selaku Direktur Utama Bank Bali tidak tahu menahu isi kesepakatan itu
    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #StandardCharteredBank
    #KPK 
    #OJK 
    #BankPermata
    #BNLI
    #rudyramli.com

  • LIMA BANK RESMI MERGER MENJADI BANK PERMATA

    . http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/blob/F14942/Lima%20Bank%20Resmi%20Merger%20Menjadi%20Bank%20Permata.htm.

    Jakarta, Kompas - Legal merger lima bank telah efektif pada Senin (30/9) sesuai jadwal, menyusul keluarnya izin merger dari Bank Indonesia, serta pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.

    "Dengan telah selesainya proses tersebut, tahapan berikutnya adalah menyelesaikan proses operasional merger yang diharapkan tuntas pada akhir Desember 2002," ujar Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung di Jakarta, Senin (30/9).

    Sebelumnya, pada Jumat (27/9), kelima bank peserta merger, yaitu Bank Bali, Bank Universal, Bank Patriot, Bank Prima Express, Bank Artha Media telah menandatangani akta merger.

    Bank hasil merger yang akan dinamai Bank Permata Tbk ini diharapkan akan menjadi 10 bank terbesar dari segi aset yang diperkirakan Rp 32 trilyun dengan dana pihak ketiga Rp 28 trilyun yang melayani sekitar 1,2 hingga 1,3 juta nasabah. Mengenai komposisi kepemilikan Bank Permata, 97,67 persen dikuasai pemerintah atas nama BPPN dan sisanya 2,33 persen dimiliki publik. Adapun rasio kemilikan saham, Syafruddin mengatakan akan diselesaikan pekan depan.

    Dua dari lima bank peserta merger tersebut adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa saham yaitu Bank Bali Tbk dan Bank Universal Tbk. Harga saham kedua perusahaan publik itu berbeda. Harga saham Bank Bali pada penutupan kemarin sahamnya adalah Rp 30 per lembar dan Bank Universal Rp 15 per lembar. Adapun perbedaan harga saham kedua bank tersebut akan dihitung dan ditetapkan pekan ini.

    BPPN juga mengatakan tidak ada perubahan dalam pelayanan nasabah kelima bank tersebut selama kegiatan operasional merger berjalan. Pemerintah tetap menjamin dana pihak ketiga termasuk simpakan masyarakat.

    Bank Niaga

    Sementara itu, proses divestasi Bank Niaga masih berlangsung. "Rencananya, besok (hari ini) kami akan membahas mengenai perjanjian jual beli (sales and purchase agreement-SPA) secara detail. Kalau ada persetujuan, kami bisa selesaikan divestasi ini pada pertengahan Oktober," ujar Deputi Kepala BPPN bidang Restrukturisasi Perbankan I Nyoman Sender.

    Sender menambahkan, masalah-masalah yang menjadi perhatian Komisi IX DPR seperti bagaimana komitmen Commerce Asset Berhad akan dicantumkan juga dalam perjanjian tersebut. (joe)

    01-10-02


    http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/blob/F14942/Lima%20Bank%20Resmi%20Merger%20Menjadi%20Bank%20Permata.htm

  • SCB yang di tunjuk sebagai calon Investor

     

    Menurut Wakil Direktur Utama Firman Soetjahja, aksi Tim Standard Chartered Bank (SCB) di Bank Bali sebaga sesuatu yang sangat tidak pantas. Hal itu sudah ia rasakan sejak tahap awal tim tersebut masuk ke Bank Bali, jauh sebelum Bank Bali berstatus Bank Take Over (BTO). Firman menduga sebelum masuk untuk melakukan Due Diligence di Bank Bali, Tim SCB telah mendapatkan briefing yang “tidak benar” mengenai Bank Bali sehingga hal itu membuat sikap dan perilaku mereka jauh berbeda dibandingkan dengan sikap mereka enam bulan sebelum saat mereka masuk sebagai salah satu peserta beauty contest yang diselenggarakan oleh JP Morgan.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Unjuk Rasa di halaman Gedung Mabes Polri

     

    Suatu ketika, ratusan karyawan berunjuk rasa di halaman Gedung Mabes Polri. Dalam kesempatan itu, selain bermaksud menjenguk Rudy dan ketiga mantan Direktur Bank Bali, mereka juga ingin mengobarkan semangat agar Rudy cs tidak menyerah.

    Pita mereka sematkan di busana masing-masing sebagai tanda keprihatinan. Juga bendera kertas kecil berwarna ungu yang mereka lambaikan. Tidak jemu-jemunya karyawan menuntut kepada Kapolri ketika itu Jendral Roesmanhadi agar menangguhkan penahanan Rudy cs.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com
     

  • Pita Ungu sebagai Ekspresi Keprihatinan

    Saat diperiksa pada hari penahanan, para karyawan sudah menunjukkan simpati kepada keempat direksi Bank Bali. Ratusan karyawan memberikan dukungan dengan mendatagi halaman gedung Markas Komando Reserse (Makoserse) Mabes Polri di Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan.
    Ratusan karyawan Bank Bali memadati halaman gedung tersebut. Dengan wajah penuh keprihatinan mereka datang dengan tujuan untuk menengok mantan Dirut Bank Bali Rudy Ramli yang ditahan di salah satu ruangan pada gedung tersebut.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • 28 September 1999, Mabes Polri

     

    Pengalaman paling pahit yang pernah dialami oleh Firman Soetjahja saat berlangsung pengambilalihan Bank Bali adalah dipenjara. Bersama dengan tiga anggota Direksi Bank Bali lainnya, Wakil Dirut Bank Bali itu sempat merasakan hidup di hotel prodeo.
    Rudy dan ketiga direksi Bank Bali dituduh tidak melaporkan kesepakatan pengambilalihan hak tagih piutang atau cessie Bank Bali kepada BDNI, BUN, dan Bank Tiara yang ia buat dengan PT Era Giat Prima kepada Bank Indonesia.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Musyawarah Nasional (MUNAS)

     

    Menyadari bahwa ketidak pastian masih menyelimuti Bank Bali beserta segenap karyawan saat itu, menurut dokumen SKBB yang telah beranggotakan lebih dari 50% karyawan akhirnya menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) 1 SKBB di Jakarta, pada 29-31 Oktober 1999. Munas 1 tersebut merupakan pertemuan tingkat tinggi SKBB dalam mengkonsolidasi seluruh cabang SKBB yang telah terbentuk.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Bali Buletin Board

     

    Bali Bulletin Board merupakan salah satu jalur komunikasi paling efektif di kalangan para aktivis karyawan Bank Bali. Saat Tim Standard Chartered (SCB) pimpinan Douglas Keith Beckett menjadi pengelola bank tersebut, media komunikasi itu berperan sangat signifikan dalam mendukung pergerakan karyawan

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Sejarah Lahirnya SKBB

    Di luar kisah yang dipaparkan langsung oleh para mantan aktivis dan pendiri SKBB (Serikat Karyawan Bank Bali), organisasi tersebut juga memiliki pemaparan resmi yang dikemukakan dalam bentuk dokumen yang mengungkap sejarah wadah tersebut. Dalam dokumen yang berjudul “Sejarah Lahirnya SKBB” dipaparkan lika-liku yang terdokumentasi dari organisasi para karyawan Bank Bali tersebut. .
    .
    .
    .

    SKBB merupakan wadah yang murni lahir dari aspirasi karyawan Bank Bali. Inilah yang membuat SKBB menjadi serikat karyawan yang solid dan tangguh.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Deklarasi Pengurusan SKBB

     

    14 Agustus 1999 deklarasi Serikat Karyawan Bank Bali (SKBB), dengan ketua sementara Yabin Yap pertama kali sebelum pemilihan resmi. Sekjen Ary Satrio, wakil Sekjen Pratama. Ada sekitar 50 orang yang hadir dalam deklarasi tersebut, termasuk human resources pun tahu soal pendirian serikat tersebut.

    #BankBaliReborn #RudyRamli #StandardCharteredBank #KPK #OJK #BankPermata #BNLI #rudyramli.com

  • Acara 20 Tahun Mosi Tidak Percaya

    Setelah 20 Tahun tak bersua, karyawan Bank Bali Bandung gelar acara Lepas Kangen bersama Dirut, Rudy Ramli pada 25 Oktober 2019. Rudy hadir dalam acara yang dipenuhi sekitar 100 orang karyawan Bank Bali yang pernah berjuang menolak kehadiran SCB. Acara diadakan dalam memperingati 20 tahun terjadinya Mosi Tidak Percaya (MTP) Karyawan Bank Bali kepada SCB yang saat itu pada tahun 1999 ditunjuk BPPN sebagai Tim Pengelola Bank Bali

  • Mosi Tidak Percaya

    Setelah SCB ditunjuk sebagai Tim Pengelola Bank Bali oleh BPPN, banyak tindakan melanggar ketentuan hukum. Diantaranya mempekerjakan tenaga asing tanpa izin kerja. Hal ini mendorong karyawan membuat Mosi Tidak Percaya (MTP) yang ditandatangani 25 Oktober 1999. Dalam MTP itu, karyawan menuntut agar SCB memulangkan karyawan asing yang tidak memiliki izin kerja.

  • Investment Agreement antara BPPN dengan SCB

     

    Pada tanggal 26 Juli 1999 terjadi perjanjian investasi atau Investment Agreement (IA) antara Badan Penyehatan Perbankan Nasionak (BPPN) dengan Standard Chartered Bank (SCB) tertuang dalam naskah perjanjian sebanyak 27 halaman. Dalam perjanjian tersebut terdapat 10 halaman penyertaan berupa jadwal dan ketentuan mengenai penerbitan obligasi terkait rekapitulasi Bank Bali.
     

    Pada tanggal 26 Juli 1999 terjadi perjanjian investasi atau Investment Agreement (IA) antara Badan Penyehatan Perbankan Nasionak (BPPN) dengan Standard Chartered Bank (SCB) tertuang dalam naskah perjanjian sebanyak 27 halaman.
    Dalam perjanjian tersebut terdapat 10 halaman penyertaan berupa jadwal dan ketentuan mengenai penerbitan obligasi terkait rekapitulasi Bank Bali.
    #BankBaliReborn
    #RudyRamli
    #StandardCharteredBank
    #KPK
    #OJK
    #BankPermata
    #BNLI
    #rudyramli.com

  • Perjanjian pengelolaan Bank Bali oleh SCB

    Perjanjian pengelolaan Bank Bali oleh SCB yang dibuat oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dinilai sangat merugikan Pemerintah dan Bank Bali.

    Terutama pasal 5.2 yang secara khusus mengatur sanksi, jika perjanjian tersebut diakhiri atau dibatalkan sebelum 3 tahun, Aturan tersebut diberi judul Early Termination Fee, mengatur dua hal untuk memberikan sanksi kepada pihak yang mengakhiri perjanjian sebelum genap tiga tahun.

  • Keganjilan Proses Pengambilalihan Bank Bali

     

    6 Desember 1999, diselanggarakan sebuah rapat yang diselenggarakan oleh Panitia Kerja (Panja) Gabungan Komisi II dan Komisi X DPR-RI.
    Dalam rapat tersebut, Glenn M. Yusuf dan Farid Haryanto, mengakui bahwa pengurus Bank Bali hanya disodori lembaran terakhir Head of Agreement (HOA) dengan Standard Chartered Bank (SCB). Lembaran terakhir itu, hanya berisi kolom tanda tangan. Pengakuan Glenn M. Yusuf tersebut, membuktikan keganjilan dan keanehan dalam proses penyerahan Bank Bali kepada BPPN.

  • BPPN

     

    Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. : 1/14/Kep.DpG/1999 tanggal 23 Juli 1999 adalah dasar hukum penyerahan PT. Bank Bali Tbk. kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Namun, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) membatalkan surat keputusan tersebut. PTUN menilai, BI dan BPPN, mengabaikan kepentingan Bank Bali.

    BI dan BPPN menurut PTUN, membuat posisi Bank Bali terdesak, dan tidak punya pilihan, selain menerima Standard Chartered Bank (SCB) sebagai mitra strategis. Yang ganjil, dalam Head of Agreement (HOA), antara Bank Bali dengan SCB, pengurus Bank Bank Bali hanya disodori lembaran terakhir, yang isinya kolom tanda tangan.

  • Surat Perjanjian Menjadi Dasar Pengambilalihan Manajemen Bank Bali

     

    Pintu masuk Standard Chartered Bank (SCB) ke dalam jajaran manajemen Bank Bali adalah Head of Agreement (HOA) tertanggal 22 April 1999. Namun, HOA tersebut penuh dengan keganjilan. Pertama, pengurus Bank Bali hanya disodori lembaran terakhir yang berisi kolom tanda tangan. Dalam setiap lembaran HOA tersebut, tidak terdapat paraf dari pengurus Bank Bali, selain tanda tangan di halaman terakhir. Kemudian, sesuai arsip Bank Bali, ada 3 arsip HOA, tanpa diketahui, versi yang berlaku. Dan, tidak ada naskah HOA dalam Bahasa Indonesia. Padahal, sebagai negara yang berdaulat dan mempunyai bahasa sendiri, perjanjian itu juga harus dibuat dalam Bahasa Indonesia. Lebih lebih bila dikaitkan dengan adanya ketentuan dalam HOA yang menyatakan bahwa perjanjian tersebut dikuasai oleh hukum Indonesia.

    Pintu masuk Standard Chartered Bank (SCB) ke dalam jajaran manajemen Bank Bali adalah Head of Agreement (HOA) tertanggal 22 April 1999.
    Namun, HOA tersebut penuh dengan keganjilan. Pertama, pengurus Bank Bali hanya disodori lembaran terakhir yang berisi kolom tanda tangan. Dalam setiap lembaran HOA tersebut, tidak terdapat paraf dari pengurus Bank Bali, selain tanda tangan di halaman terakhir.
    Kemudian, sesuai arsip Bank Bali, ada 3 arsip HOA, tanpa diketahui, versi yang berlaku. Dan, tidak ada naskah HOA dalam Bahasa Indonesia. Padahal, sebagai negara yang berdaulat dan mempunyai bahasa sendiri, perjanjian itu juga harus dibuat dalam Bahasa Indonesia. Lebih lebih bila dikaitkan dengan adanya ketentuan dalam HOA yang menyatakan bahwa perjanjian tersebut dikuasai oleh hukum Indonesia.

     

  • Rudy Ramli menunjuk Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra sebagai konsultan hukum

    Rudy Ramli, mantan Direktur Bank Bali, menunjuk Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, sebagai konsultan hukum.

    Penunjukan ini, berkaitan dengan upaya Rudy untuk menuntut keadilan atas kejanggalan penyerahan manajemen Bank Bali, kepada Badan Penyehatan Keuangan Negara (BPPN) pada tahun 1999.

    Terlebih, ketika Bank Bali akhirnya dimerger bersama 4 bank lainnya, menjadi Bank Permata, ada potensi kerugian negara.

    Dana rekapitulasi Bank Permata, yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp. 11.9 Trilyun.

    Tetapi, saat Bank Permata dijual kepada Standard Chartered Bank, hanya seharga Rp. 2.7 Trilyun.

    Sehingga ada kerugian negara sebesar Rp.  9.2 Trilyun pada proses rekapitulasi Bank Permata.

  • BPPN

     

    Di awal Maret 1999, kondisi rasio kecukupan modal (CAR) Bank Bali, minus 28,7%. Hal ini imbas dari kesulitan tagihan piutang Bank Bali kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), Bank Umum Nasional (BUN) dan Bank Tiara.
     
    Bank Indonesia (BI) memberi tenggat waktu hingga 21 April 1999 kepada manajemen Bank Bali, untuk mencari mitra strategis, yang bisa menambah modal, sehingga CAR Bank Bali berada di angka 4%.
     
    Pada 12 Maret 1999, manajemen Bank Bali, menjalin kemitraan strategis dengan GE Capital. Namun, keputusan tersebut, tidak mendapatkan respon yang baik dari pejabat (BI), Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan Departemen Keuangan.
     
    Anehnya, menjelang batas akhir penyertaan modal, BPPN memilih Standard Chartered Bank (SCB) sebagai mitra strategis Bank Bali.
     
    Dalam kondisi terdesak, manajemen Bank Bali akhirnya menandatangani Head of Agreement (HOA) dengan SCB.
     
    Atas kondisi ini, Rudy Ramli dan Herman Ramli melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terhadap BPPN dan BI.
     
    Keputusan PTUN, tanggal 7 April 2000, menyatakan bahwa BI dan BPPN selaku tergugat, dengan sengaja telah memasukkan SCB sebagai partner menjelang batas waktu penyetoran tambahan modal hampir berakhir dan tanpa pernah mengikutsertakan pemegang saham atau pengurus PT. Bank Bali TBk dalam negosiasi, sehingga PT. Bank Bali Tbk terpaksa menerima SCB karena tidak mungkin dalam waktu yang sangat singkat mencari “strategic partner” yang lain.

  • There Are No Capital Commitments Related to The Groups Investment in Permata

     

    Rudy Ramli, mantan Dirut Utama Bank Bali, telah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rudy melaporkan indikasi kejanggalan pada proses penggabungan lima bank salah satunya adalah Bank Bali menjadi Bank Permata. Rudy menemukan fakta, Standard Chartered Bank sebagai pemilik Bank Permata saat ini, membeli Bank Permata tidak menggunakan dana sendiri. Hal ini merujuk pada laporan keuangan SCB tahun 2006 yang memuat sebuah catatan berbahasa Inggris : “THERE ARE NO CAPITAL COMMITMENTS RELATED TO THE GROUPS INVESTMENT IN PERMATA”. Rudy ingin SCB menjelaskan maksud catatan tersebut, agar terbuka informasi yang transparan mengenai pemodal dan pemilik sesungguhnya Bank Permata 

  • Maskot " Si Jempol "

     

    Di tahun 1980, Djaja Ramli merasakan persaingan di industri perbankan nasional semakin ketat. Salah satu cara Djaja Ramli mengenalkan Bank Bali ke masyarakat adalah penciptaan maskot “Si Jempol”, serta motto “Memberi yang Terbaik”. Strategi pemasaran ini berhasil membuat Bank Bali dikenal luas dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
     

  • Bank Bali Go Public

     

    Di tahun 1989, Djaja Ramli membawa Bank Bali melewati proses Go Public. Dengan kode emiten BNLI, Bank Bali melantai di Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta. Hingga 31 Desember 1998, 47,90% saham Bank Bali dimiliki oleh publik.

  • Djaja Ramli

     

    Di tahun 1964, Djaja Ramli ditunjuk menjadi pengelola Bank Persatuan Dagang Indonesia (BPDI). Atas desakan Kho Jan Bok, Djaja Ramli akhirnya beralih dari pedagang tekstil menjadi seorang bankir. Kho Jan Bok tidak salah pilih orang. Di tangan Djaja Ramli, BPDI berhasil melewati masa sulit pasca G 30S/PKI. Dan kemudian membawa BPDI berubah menjadi Bank Bali di tahun 1971. 

  • Pulau Bali

     

    Di era 70-an, orang asing lebih mengenal Pulau Bali dibandingkan Indonesia. Melihat situasi ini, Djaja Ramli memutuskan mengganti nama BPDI menjadi Bank Bali. Tujuannya, agar Bank Bali bisa cepat dikenal di dunia internasional.

  • J.B. Sumarlin

     

    J.B. Sumarlin adalah menteri keuangan periode 1988-1993. Pria asal Blitar Jawa Timur ini juga pernah duduk di kursi Dewan Komisaris Bank Bali, bersama I Nyoman Suwandha, Soetikno Soedardjo, Tonni Sugiri, W. Kidarsa.

  • Rudy Ramli

     

    Di tahun 1983, Rudy Ramli, putra Djaja Ramli mulai bergabung sebagai trainee staff di Bank Bali. Pada Juni 1992, ia diangkat menjadi Direktur Utama. Majalah Euromoney, pada 1993, memberinya penghargaan Euromoey’s Award for Excellent. 

  • Layanan Unggulan

     

    Salah satu layanan unggulan Bank Bali di tahun 1990-an adalah pembayaran tagihan listrik, air dan telepon secara online. Hal ini membuktikan kesiapan jaringan tekhnologi informasi untuk ukuran perbankan Indonesia.

  • Djoko S Tjandra

     

    Joko S. Tjandra, di awal 1999 menawarkan bantuan pencairan dana piutang Bank Bali kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), Bank Umum Nasional (BUN) dan Bank Tiara. Bantuan ini ibarat angin segar bagi manajemen Bank Bali yang kesulitan menagih piutang tersebut. Di pertengahan 1999, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) mencairkan tagihan piutang tersebut senilai Rp. Rp. 904,6 Milyar. Namun, manajemen Bank Bali hanya menerima Rp. 359 Milyar, sedangkan sisany, Rp. 546 Milyar mengalir ke rekening PT. EGP. Akhirnya kasus ini mencuat, dan lembaga peradilan memvonis Djoko S. Tjandra hukuman penjara selama 2 tahun. 

  • Bank Indonesia

     

    Di akhir 1997, di tengah masa krisis ekonomi, Rudy Ramli diminta oleh pemerintah memberikan pinjaman melalui pasar uang antarbank. Salah satu pejabat pemerintah, bahkan memberikan jaminan, “Kita, pemerintah akan memberikan jaminan”. Atas dasar ini, manajemen Bank Bali memberikan piutang kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Bank Umum Nasional (BUN) dan Bank Tiara. Namun, sepanjang 1998, piutang tersebut sulit ditagih, hingga akhirnya membuat rasio kecukupan modal Bank Bali menjadi -28,7% pada Maret 1999. 

  • Gus Dur

    Di akhir tahun 2000, Rudy Ramli, mantan Dirut. Bank Bali, menemui Presiden Gus Dur. Dalam pertemuan tersebut, Gus Dur menyatakan bahwa ada pihak yang marah, karena Rudy Ramli menolak penawaran pembelian Bank Bali senilai USD 1.8 Milyar. Tak lama setelah penolakan tersebut, Bank Bali terjerat dalam krisis keuangan sehingga berstatus sebagai Bank Take Over (BTO). Sehingga Rudy Ramli kehilangan kepemilikan di bank yang didirikan oleh ayahnya tersebut.

     

  • Menggugat Pengambilalihan Bank Bali

     

    Awal Februari 1997, AN (nama samaran) mengajukan penawaran untuk membeli saham mayoritas Bank Bali milik keluarga Ramli. Namun, Rudy Ramli menolak permintaan tersebut. 
    Apri 1997, JR (nama samara) menyatakan ingin membeli saham keluarga Ramli di Bank Bali senilai USD 1.8 Milyar. Namun Rudy Ramli kembali menolak. 
    Akhir 2000, Presiden Gus Dur, menyatakan kepada Rudy Ramli, bahwa penolakan tersebut membuat AN dan JR marah besar. 
     

  • Kartu Debit Bank Bali

    Bank Bali tercatat sebagai pelopor penggunaaan kartu debit di Indonesia. Pada awal 1990, nasabah Bank Bali sudah bisa melakukan transaksi non tunai di berbagai merchant. Hal ini membuktikan kinerja Bank Bali sebagai salah satu bank ternama di Indonesia.